Sabtu, 26 Juli 2008

U A N : Ajang uji coba pemerintah???

hhhmmm..
masuk sekolah. menghadapi lingkungan kelas yang baru juga suasana baru. tapi hal paling mendasar yang membedakan antara yang dulu dan sekarang adalah bahwa sekarang aq sudah kelas 12. sebuah tingkatan paling tinggi di SMA. merupakan tingkatan yang mempunyai tingkat kecemasan paling tinggi. mau tau sebabnya??? apalagi kalu bukan karena U A N.


yup. hanya 3 huruf. tapi, dibalik 3 huruf tersebut, mempunyai beban dan kesulitan yang aq yakin tidak mudah. sesuatu yang hanya perlu 3 hari untuk melakukannya, tapi menanggung beban selama 3 tahu aq di sekolah. apakah itu adil??? 3 tahun lamanya aq belajar dengan keras di SMA, tapin semua itu akan sangat tidak berarti jika aq gagal melewati 3 hari tersebut.


UAN adalah sebuah kebijaksanaan pemerintah (tapi aq gak yakin ini adalah sebuah kebijaksanaan. karena, bukan kebijaksanaan namanya kalu hanya ikin susah rakyat) yang menetapkan bahwa syarat kelulusan seorang siswa dari SMA adalah dengan UAN. seperti semesteran, tapi yang bikin dari pusat.
hhhhmmm.... sepintas terlihat "hanya begitu saja", tapi sayangnya ada standar nilai yang harus dilewati agar bisa dinyatakan lulus. tahun ini aja, standar kelulusan sudah mencapai 5,5. apalgi tahun depan??? bisa 6 mungkin. membyangkannya saja aq sudah merinding. apalagi sejak tahun ini, mata pelajaran yang di-UAN-kan ada 6 mata pelajaran, bukan 3 seperti tahun2 sebelumnya.


makin lama standar makin naik. makin lama pelajaran yang di-UAN-kan pun bertambah. padahal, kualitas pendidikan di Indonesia tidak naik2. sebenarnya, apa sich yang pemerintah mau??? padahal belum tentu, anak yang lulus adalah anak memang pantas lulus. rasanya aq masih ingat, beberapa tahunn yang lalu(aq lupa tahun berapa) ada seorang siswi SMA yang tidak lulus UAN, padahal saat itu dia sudah dinyatakan lulus ujian masuk sebuah universitas di Jerman. bukankah itu berarti kemampuannya sudah tidak diragukan??? hanya karena UAN, semua kebanggan itu lenyap seketika.

belum lagi ketidakberesan2 yang terjadi selama penyelenggaraan UAN. tiap tahun, pasti ada saja skandal mengenai soal yang bocor.


melihat banyaknya kekurangan mengenai UAN itu, apakah masih diperlukan sebuah UAN???

1 komentar: